Kamis, 12 Juni 2014

TEKS DESKRIPTIF BERBASIS BUDAYA LOKAL


LAWANG SEWU

          Bangunan yang berdiri megah dan kokoh ini dinamakan Lawang Sewu karena memiliki banyak pintu.  Pada zaman penjajahan Belanda, bangunan ini merupakan  pusat perkantoran kereta api kolonial. Pada saat terjadi pertempuran lima hari di Semarang yaitu bulan Oktober 1945, halaman depan Lawang Sewu dijadikan ajang pertempuran antara pejuang kita oleh Belanda. Gedung Lawang Sewu dijadikan tempat penyiksaan dan pembantaian pejuang kita oleh Belanda. Setelah kejadian itu didirikanlah prasasti disekitar gedung tersebut. Saat ini gedung yang masuk dalam 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang digunakan sebagai objek wisata dengan fasilitas berupa peninggalan sejarah arsitek bangunan kuno dan antik, ada ruang bawah tanah dan menara informasi, sering pula digunakan sebagai tempat pameran dalam event tertentu. Buka setiap hari jam mulai 06.00 -18.00. Lokasi dekat Tugu Muda dan Museum Mandala Bhakti. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar. Bangunan utama Lawang Sewu berupa tiga lantai bangunan yang memiliki dua sayap membentang ke bagian kanan dan kiri bagian. Waktu pertama memasuki bangunan utama, ada tangga besar ke lantai dua. Di antara tangga ada kaca besar menunjukkan gambar dua wanita muda Belanda yang terbuat dari gelas. Semua struktur bangunan yang ada di lawang sewu, pintu dan jendela mengadaptasi gaya arsitektur Belanda. 
                                                                                                          Karya: Oeshirho

Tidak ada komentar:

Posting Komentar