LAWANG SEWU
Bangunan yang berdiri megah dan kokoh
ini dinamakan Lawang Sewu karena memiliki banyak pintu. Pada zaman penjajahan Belanda, bangunan ini
merupakan pusat perkantoran kereta api
kolonial. Pada saat terjadi pertempuran lima hari di Semarang yaitu bulan Oktober
1945, halaman depan Lawang Sewu dijadikan ajang pertempuran antara pejuang kita
oleh Belanda. Gedung Lawang Sewu dijadikan tempat penyiksaan dan pembantaian
pejuang kita oleh Belanda. Setelah kejadian itu didirikanlah prasasti disekitar
gedung tersebut. Saat ini gedung yang masuk dalam 102 bangunan kuno atau
bersejarah di Kota Semarang digunakan sebagai objek wisata dengan fasilitas berupa
peninggalan sejarah arsitek bangunan kuno dan antik, ada ruang bawah tanah dan
menara informasi, sering pula digunakan sebagai tempat pameran dalam event
tertentu. Buka setiap hari jam mulai 06.00 -18.00. Lokasi dekat Tugu Muda dan
Museum Mandala Bhakti. Bangunan ini memiliki banyak
jendela yang tinggi dan lebar. Bangunan utama Lawang Sewu berupa tiga lantai
bangunan yang memiliki dua sayap membentang ke bagian kanan dan kiri bagian.
Waktu pertama memasuki bangunan utama, ada tangga besar ke lantai dua. Di
antara tangga ada kaca besar menunjukkan gambar dua wanita muda Belanda yang
terbuat dari gelas. Semua struktur bangunan yang ada di lawang sewu, pintu dan
jendela mengadaptasi gaya arsitektur Belanda.
Karya: Oeshirho
Tidak ada komentar:
Posting Komentar